Minggu, 06 Juli 2014

Resep Cemilan Berbuka Puasa

Bahan bahan Resep Pisang Goreng Madu Renyah :

  1. Bahan utama yang di gunakan adalah satu tandan Pisang Raja yang sudah matang. Jenis pisang bisa diganti dengan Pisang Uli atau jenis yang lain, tetapi kelezatan rasanya pasti beda kalau menggunakan pisang raja.
  2. 300 ml Madu Asli (sesuaikan juga dengan banyak nya pisang yang akan di olah nantinya). 250 ml untuk di lumuri di atas pisang goreng yang matang dan sisanya untuk campuran bahan adonan.
  3. Tepung Terigu yang biasanya untuk gorengan atau yang mempunyai kadar protein sedang sebanyak 125 gram.
  4. Garam dapur beryodium sebanyak seperempat sendok teh.
  5. Air besih 250 ml (cek juga nanti tingat keencerannya adonannya).
  6. Tepung Beras sebanyak 1 sendok makan.
  7. Gula Putih Bubuk sebanyak 1/2 sendok makan.

Cara Membuat :

  1. Langkah pertama bikin adonannya dulu. Ambil satu wadah yang cukup besar. Masukkan Tepung Protein Sedang, garam dapur, tepung beras, gula halus dan 50 ml madu.
  2. Campur bahan di atas sampai rata. Masukkan sedikit demi sedikit air bersihnya sambil tetap di aduk. Masukkan sedikit demi sedikit sampai di dapat adonan yang pas (tidak terlalu encer).
  3. Kupas pisang dan belah menjadi dua bagian. Ulangi untuk semua pisang yang akan di goreng.
  4. Siapkan wajan dan panaskan dengan api sedang. Isi minyak agak banyak sehingga semua bagian pisang yang akan di goreng nantinya terendam selama proses pemasakan.
  5. Masukkan Pisang Raja yang sudah di potong ke dalam adonan. Cukup sekali celup saja. Masukkan pelan pelan ke dalam minya goreng. Hati hati terhadap cipratan minya goreng nya. Berdasarkan penglaman, waktu memasukkan pisangnya dari tepi agak didorong ke tengah.
  6. Goreng sampai matang dan berwarna coklat gelap. Angkat dan tiriskan.
  7. Lamuri lapisan luar Pisang Goreng Madu yang sudah matang dengan madu sedikit untuk memperkuat aroma madunya.
  8. Bisa ditambahkan dengan Butiran coklta/Mesis,Parutan keju atau bahan lainnya untuk variasi.

Sahabat....

Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh....
Takan berubah menjadi nestapa


Dan…
Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan..

Minggu, 22 Juni 2014

PROGRAM PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KEMISKINAN

KELOMPOK PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Upaya penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan hanya dengan menggunakan pendekatan sektoral semata, akan tetapi harus menggunakan pendekatan yang lebih terpadu, sistemik, dan menyentuh pada akar permasalahan kemiskinan. Belajar dari pengalaman penanggulangan kemiskinan yang dilakukan selama ini, permasalahan utama dalam penanggulangan kemiskinan adalah belum optimalnya koordinasi antar sektor dan pemangku kepentingan lainnya dalam implementasi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Upaya awal yang dilakukan untuk mengoptimalkan koordinasi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan adalah melakukan pengelompokkan terhadap program-program penanggulangan kemiskinan yang selama ini dijalankan oleh kementerian dan lembaga, serta mensinkronkan pelaksanaan antar kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Dengan demikian, dapat memudahkan pemerintah dalam memfokuskan target dan pencapaian yang ingin diraih sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.

Selain itu, sesuai dengan paradigma penanggulangan kemiskinan yang dianut dalam konstitusi UUD 1945 serta dokumen strategi nasional penanggulangan kemiskinan, maka pendekatan dalam upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan berbasis pada hak dasar. Hak dasar yang menjadi acuan dalam penanggulangan kemiskinan terdiri dari 10 (sepuluh) hak dasar yang meliputi: (1) hak atas pangan; (2) hak atas layanan kesehatan; (3) hak atas layanan pendidikan; (4) hak atas pekerjaan dan berusaha; (5) hak atas perumahan; (6) hak atas air bersih dan aman serta sanitasi yang baik; (7) hak atas tanah; (8) hak atas sumber daya alam; (9) hak atas rasa aman; serta (10) hak untuk berpartisipasi. Pengelompokan program penanggulangan kemiskinan juga didasarkan pada pemenuhan hak-hak dasar tersebut.

Berdasarkan aspek yang dikemukakan di atas, maka program-program penanggulangan kemiskinan dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kelompok program, yaitu :

1. Kelompok Program Berbasis Bantuan dan Perlindungan Sosial

2. Kelompok Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

3. Kelompok Program Berbasis Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil

Setiap kelompok program penanggulangan kemiskinan mempunyai fokus dan tujuan yang berbeda dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh sebab itu, setiap kelompok tersebut mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda. Ciri dan karakteristik setiap kelompok program penanggulangan kemiskinan mempunyai hubungan yang erat dengan cakupan kegiatan dan penerima manfaat yang menjadi target dari pelaksanaan kelompok program penanggulangan kemiskinan.

            Cakupan kegiatan dan penerima manfaat program seringkali menjadi masalah dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Permasalahan ini mempunyai hubungan yang erat dengan masalah data kemiskinan. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah telah menetapkan bahwa data kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS adalah sebagai data resmi yang digunakan dalam penanggulangan kemiskinan. Data kemiskinan tersebut, didapatkan melalui pengukuran sejumlah indikator yang disesuaikan dengan kondisi kemiskinan di Indonesia.

Kemiskinan memiliki konsep yang beragam. Dalam menentukan ukuran kemiskinan, BPS melihat pada besaran pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan dan non pangan rumah tangga per orang per bulan. Kemiskinan diukur dari tingkat konsumsi per kapita di bawah suatu standar tertentu yang disebut Garis Kemiskinan. Nilai garis kemiskinan yang digunakan untuk menentukan kemiskinan mengacu pada kebutuhan minimum 2.100 kalori per orang per hari di tambah dengan kebutuhan minimum non pangan. Menurut BPS, individu yang pengeluarannya lebih rendah dari garis kemiskinan tersebut dikategorikan miskin.

Senin, 07 April 2014

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN DI DUNIA

PENGERTIAN SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi adalah adalah suatu sistem yang mengatur kondisi perekonomian suatu negara yang disesuaikan dengan kondisi kenegaraan dari negara itu sendiri, atau dengan kata lain sistem ekonomi adalah cara suatu bangsa untuk mengatur kehidupan ekonominya. Sistem Ekonomi yang dianut oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor :
  • Faktor internal
1. Falsafah dan ideologi yang dianutnya
2. Sistem pemerintahan
3. Sistem politik suatu negara
4. Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat negara tersebut

  • Faktor Eksternal
1. Pengaruh sistem ekonomi yang di anut negara lain
2. Pengaruh politik dunia internasional
3. Pengaruh sosial budaya luar negri

Sistem Ekonomi Yangdilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk menjawab masalah masalah pokok ekonomi yaitu :
a. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi
b Bagaimana cara memproduksi 
c untuk siapa barang dan jasa di produksi

Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
1. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
2. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
3. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.

MACAM-MACAM SISTEM EKONOMI DI DUNIA

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
  1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
  2. Hanya sedikit menggunakan modal
  3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
  4. Belum mengenal pembagian kerja
  5. Masih terikat tradisi
  6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional:


  • Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
  • Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
  • Tidak individualistis

  • Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional:


  • Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
  • Mutu barang hasil produksi masih rendah

  • 2. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal
    Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
    Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar:
    1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
    2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
    3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
    4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
    5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
    6. Persaingan dilakukan secara bebas7. Peranan modal sangat vital

    Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar:
    1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
    2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
    3. Munculnya persaingan untuk maju
    4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
    5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

    Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar:
    1. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
    2. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
    3. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
    4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
    3. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat
    Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. 
    Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah:


  • Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
  • Hak milik perorangan tidak diakui
  • Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
  • Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah


  • Kelebihan Sistem Ekonomi Komando:
    1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
    4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
    5. Jarang terjadi krisis ekonomi
    Kekurangan Sistem Ekonomi Komando:
    1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
    2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
    3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

    4. Sistem Ekonomi Campuran 
    Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah:


  • Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

  • Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran:
    • Kebebasan berusaha
    • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
    • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
    Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran:
    • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
    • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
    Contoh negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran adalah: negara-negara berkembang (Indonesia, Afrika, Malaysia).
    Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis.
    Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.


    SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
    Adapun sistem ekonomi yang pernah dianut oleh bangsa Indonesia antara lain :
    1.      Sistem Ekonomi Liberal
    Sistem Ekonomi Liberal pernah dianut oleh Indonesia pada tahun 1950-1957 atau lebih tepatnya sistem ekonomi ini adalah sistem ekonomi pertama yang dianut oleh bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. Sistem ekonomi ini dianut oleh bangsa Indnesia dalam kurun waktu yang sangat singkat karena dinilai belum mampu memperbaiki masalah finansial yang dihadapi oleh Indonesia sewaktu dijajah oleh belanda dan jepang.
    2.      Sistem Ekonomi Etatisme
    Pada tahun 1959 Indonesia beralih dari sistem Ekonomi Liberal ke Sistem Ekonomi Etatisme. Awal mula Indonesia menganut sistem ekonomi ini berasal dari dekrit presiden yang dikeluarkan oleh presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959. Selain itu kegagalan sistem ekonomi Liberal juga menjadi satu pertimbangan bagi Indonesia untuk beralih ke sistem ekonomi Etatisme. Namun seperti sistem ekonomi Liberal, sistem ekonomi Etatisme juga dinilai belum mampu memperbaiki masalah finansial di Indonesia. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan bagi pengusaha pribumi untuk mengambil alih perusahaan yang telah ditinggalkan oleh kaum penjajah. Akibat yang ditimbulkan dari sistem ekonomi etatisme yang pernah terjadi di Indonesia pada periode tersebut, yaitu :

  • Semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai ekspor kita
  • Defisit negara yang semakin besar
  • Laju pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi

  • 3.      Sistem Ekonomi Campuran
    Sistem Ekonomi Campuran sering dianggap sebagai kerangka atau awal lahirnya dimulai sistem ekonomi yang berbasis nilai-nilai dalam pancasila. Sistem ekonomi campuran mulai dianut oleh bangsa Indonesia pada tahun 1967-1998. Sistem ekonomi ini cukup lama berada di Indonesia karena dinilai mampu untuk mengendalikan Inflasi atau lonjakan harga barang secara drastis dan berlangsung secara terus-menerus. Pada saat Indonesia menganut sistem ekonomi Etatisme, terjadi lonjakan Inflasi yang sangat drastis hingga mencapai 650% per tahun. Dengan adanya sistem ekonomi Campuran diharapkan krisis inflasi yang tengah melanda Indonesia saat itu dapat ditekan dan diminimalkan.
    Faktor-faktor penyebab kegagalan sistem perekonomian Indonesia
    • Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
    • Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
    • Adanya kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
    4.      Sistem Ekonomi Pancasila
    Pengembangan dari sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi Pancasila mengingat Sistem ekonomi campuran dianggap sebagai perintis adanya sistem ekonomi Pancasila. Alasan adanya pergantian ke sistem ekonomi Pancasila adalah karena adanya krisis finansial yang diakibatkan oleh adanya ekonomi global pada saat itu. Hal ini tentu membawa dampak yang negatif bangsa indonesia di sektor ekonomi mengingat indonesia masih dalam kategori negara sedang berkembang dan belum mampu menjadi negara maju.
    Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan. 

    Sebagaimana teori ekonomi Neoklasik yang dibangun atas dasar faham liberal dengan  mengedepankan nilai individualisme dan kebebasan pasar (Mubyarto, 2002: 68), SEP juga dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang bisa berasal dari nlai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma-norma, yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.
    Ciri-ciri Ekonomi Pancasila
    • Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
    • Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
    • Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
    • Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.
    Kelebihan Sistem Ekonomi Pancasila:

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan mengusasi hajat hidup rakyat banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permuwakafan lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.
  • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

  • Kekurangan SIstem Ekonomi Pancasila:

  • Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan structural ekonomi nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.
  • Sistem etatisme dalam arti bahwa negara berserta aparatus ekonomi negara bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
  • Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan cita-cita keadilan sosial.” (GBHN 1993).

  • Sistem Ekonomi Indonesia dalam UUD 1945

    Berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 setelah amandemen :
    1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
    2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
    3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
    4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.****)
    5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.****)
    Ref:
    http://imamsetiyantoro.wordpress.com/2012/09/06/macam-macam-sistem-ekonomi/
    http://www.ekonoomi.com/2013/10/pengertian-sistem-ekonomi-dan-macamnya.html

    Selasa, 21 Januari 2014

    Sedikit Ungkapanku Untukmu

    Hai kau yang jauh disana...
    Apa kabarmu? Sudah berapa lama ya kita terpisah oleh waktu? Kurasa sudah begitu lama...
    Kau tau tidak? Kita itu dipertemukan karna skenario-Nya, yang memang sudah dibuat dan tanpa kita tau bagaimana akhir dari ceritanya.
    Awalnya kita dipertemukan dengan baik-baik, semua berjalan dengan baik, tanpanya harus kusadari ternyata kita..hubungan kita tak sebaik di awal kita dipertemukan. Dan yang aku bisa harapkan saat itu hanyalah kita dapat berpisah secara baik-baik pula. Bukan karena orang ketiga, karena kesalah pahaman, ataupun ketidak-cocokan lagi, tapi yang aku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang diberikan oleh Tuhan. Bahkan untuk mengatakan aku masih membutuhkanmu saja aku tak sanggup.
    Kini aku hanya bisa memelukmu dalam doa, kuselipkan namanu disana. Ku meminta pada Tuhan agar selalu menjagamu dan menjaga ingatanmu, agar tidak melupakanmu.. melupakan kita. Terimakasih sudah memberikanku sedikit banyak cerita dan kenangan yang mungkin tidak akan bisa kulupakan.
    Ini hanya sedikit rasa yang bisa kutuliskan, masih sangat banyak sekali perasaan yang masih bercampur aduk tentangmu, semoga kamu membaca ini.....

    Dari
    Aku yang merindukanmu..

    Senin, 20 Januari 2014

    Saran dan Tips untuk Memulai Berwirausaha

    Suatu usaha tentu saja tidak selalu berjalan mulus. Ada saja kendala yang terjadi sebagai bentuk ujian yang diberikan Allah agar kita semakin matang dalam mengelola usaha tersebut. Berikut cara bangkit setelah mengalami kegagalan:
    ·         Renungan
    ·         Memotivasi diri
    ·         Berpikir dan bersikap positif
    ·         Semakin kreatif dan mengembangkan diri
    ·         Belajar dari kesalahan sebelumnya
    ·         Banyak berdoa dan terus berusaha

    Sebagai manusia yang tidak sempurna, tentunya dalam mengelola usaha kita harus belajar dari kesalahan sebelumnya. Hal-hal apa saja yang membuat terjadinya kerugian dalam usaha. Berikut beberapa cara yang saya tangkap dari hasil wawancara saya bersama pemilik outlet usaha Pecel Lele Lela cabang Margonda untuk menghindari kerugian khususnya usaha kuliner:
    ·       Setiap produk dan bahan baku harus sesuai dengan standar yang sesuai dengan SOP (Standar Operasi Pabrik) yang telah ditentukan oleh pusat
    ·     Selalu mengontrol setiap bahan baku yang akan diproduksi guna menghindari dari kekurangan yang bias saja terjadi dan tidak sesuai dengan standar yang ditentukan
    ·         Melakukan pemeriksaan mengenai rasa dan dalam pengolahan bahan baku tersebut
    ·         Mengutamakan kualitas dan kepercayaan konsumen
    ·         Harga yang disesuaikan antara produsen dan konsumen

    Bagi yang ingin mencoba memulai usaha, berikut beberapa tips dan saran dalam memulai usaha secara profesional yang saya dapat dari pemilik outlet usaha Pecel Lele Lela cabang Margonda:
    ·      Tentu harus berkomitmen dengan karyawan. Dalam arti apabila sudah sukses dengan usaha yang sedang dikelola, jangan sampai karyawan diabaikan hanya karena ingin mendapat keuntungan yang besar.
    ·      Harus berkomitmen dengan harga. Karena mayoritas masyarakat di Indonesia jika harga naik sedikit saja banyak yang berpaling,  jangan merasa sudah laku jadi bisa melakukan hal-hal fatal seperti mengurangi kualitas produk atau menaikkan harga seenaknya. Tentu boleh menaikkan harga tapi juga harus melihat kondisi pasaran dan tentu saja dengan kualitas yang semakin baik juga. Kalau bisa harga yang terjangkau dengan kualitas yang baik pula.

    ·    Rasa kebersamaan rasa saling memiliki dan kekeluargaan terhadap karyawannya. Dalam arti, dalam membangun suatu usaha sebagai pemilik membutuhkan bantuan  para karyawan dan sebaliknya juga karyawan membutuhkan bantuan pemilik usaha untuk bekerja sebagai tempat mencari nafkah.

    Demikian rangkuman hasil wawancara dan penelitian yang saya lakukan di salah satu usaha kuliner Pecel Lele Lela. Jangan pernah menyerah dan putus asa jika kegagalan menghampirimu, kawan...

    Bersamamu, Sahabatku...

    Ku sadar..disini arti ketulusan yang sesungguhnya
    Yang tak kudapati...di tempat lain
    Ku mengerti..makna kebersamaan yang sebenarnya
    Hanya denganmu..

    Disini tak pernah ada kebohongan, seperti tempat lain
    Semua berjalan jujur, tanpa pura-pura
    Ini bukan basa-basi...seperti kata politisi
    Sahabatku.....arti kejujuran yang nyata

    Tawa dan canda terdengar lepas di semua bahagiaku
    Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
    Kurasakan beban itu, bukan apa-apa
    Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih

    Sahabatku, 
    Tuhan memilihmu
    Hadir diantara tawa dan tangisku
    Sahabatku, waktu terus berjalan..itu artinya
    Kita harus melangkah terus kedepan
    Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian

    Beratnya hidup, harus diperjuangkan
    Sahabatku, bersamamu aku hidup
    Tak goyah, meski di hadang badai
    Sahabat.. yakinlah
    Bersama, kita akan tegak berdiri
    Jangan pikul sendiri semua beban
    Biarlah segala menjadi milik kita...